Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2015

S T U C K - #3

Life goes on * Senin. Satu kata yang mewakili seluruhnya. Seluruhnya yang Dev benci. “Buruan ke bawah, sarapan lo udah siap tuh,” Beberapa waktu lalu, Senin merupakan hari yang menyenangkan bagi Dev. Hari dimana ia bisa kembali ke sekolah melihat Bian, bercanda dan menemui cowok itu. Sekarang tidak ada lagi hari Senin yang menyenangkan. Tidak ada kekonyolannya. Tidak ada lagi Bian. Namun, menurut Dev, patah hati bukan untuk diratapi. Baginya, ia tak perlu repot-repot mengisi satu hari pun untuk memikirkan apa yang telah Bian lakukan terhadapnya. Harapan kosong. Ia merasa masih banyak ikan di lautan sana daripada menghabiskan waktu memikirkan satu ikan yang bahkan tujuan hatinya pun tidak jelas. “Iya, Dhil iya,” tukasnya sebagai balasan untuk Fadhil, adik kandungnya. Sejak dulu, Dev tidak pernah merasakan jatuh cinta yang sesungguhnya. Hanya terbesit perasaan nyaman selama berada di sekitar para kaum Adam. Dev memang sosok yang mudah bergaul dengan banya...

S T U C K - #2

Ketika gue dan lo bertemu * “Woi, down to earth , Yan!” cowok itu merasakan tubuhnya terguncang akibat ulah abangnya, Radit. Lagi-lagi, Julian tertangkap basah sedang memperhatikan gadis di seberang mejanya. Gadis dengan balutan croptee bertuliskan band Arctic Monkeys berwarna maroon serta jeans dan sepatu kets . Sederhana, pikir Julian. Sedari tadi, Julian memang tidak berhenti memperhatikan gadis itu. Dan abang juga sepupunya menyadari akan hal itu. “Apaan sih, lo, bang” sanggah Julian. Merasa malu dirinya tertangkap sedang memperhatikan Dev. Radit, Feby dan Varo tertawa. Baru kali ini mereka melihat tingkah jangal dari sepupunya, Julian. Sebelumnya, mereka tidak pernah melihat Julian menatap seorang gadis seperti saat ini. Dan lagi, sambil tersenyum. “Deketin dia kalo lo suka,” Julian menatap Radit penuh pertanyaan, “keburu di deketin orang, Yan. Gue gak mau liat adek gue patah hati cuma gara-gara telat bertindak.” Mata julian membelalak, “gue g...

S T U C K - #1

Kalo Jodoh, Kita Dipastikan Bertemu di Chapter Satu *  Pagi yang cerah seperti saat ini seharusnya sayang untuk dilewatkan. Namun, Devrila tetaplah Devrila. Gadis itu paling malas jika ia harus bangun di pagi hari saat sekolah libur. Seperti biasa, Devrila Shaqiar, pemalas yang akrab dipanggil Dev itu masih saja bergelut dengan bantal dan selimutnya. Padahal, hari ini dia tau temannya akan datang. Berhubung Dev sudah berjanji akan menemani temannya memanjakan mata dua hari yang lalu, ia sengaja membuat alarm di ponselnya satu jam lebih awal dari waktu yang ditentukan. Masih jam segini, dikit lagi kan gapapa, tabiat gadis itu sesaat setelah ia mematikan alarm yang menurutnya mengganggu tidurnya pagi ini. Padahal, pukul sepuluh nanti, Dev tau temannya itu akan datang dan memarahinya jika Dev masih tetap bergelut di tempat tidurnya. Tepat saat Dev menarik kembali selimutnya, teriakan yang Dev hindari sejak ia mematikan alarm, terdengar di seantero rumahnya. ...

S T U C K - Prolog

“coba dengerin pas reff -nya,” ucap dia disela-sela suapan bubur nya. “ So don’t go away Say what you say Say that you’ll stay Forever and a day In the time of my life ‘cause i need more time Yes, i need more time Just to make things right “ Gadis itu tertegun, liriknya , batin gadis itu berbicara. Ia menatap lawan bicaranya dengan mata membesar, menuntut penjelasan dari maksud   lirik lagu tersebut. Namun yang dituntut hanya tersenyum. Oh, gue ngerti , dan senyum gadis itupun mengembang. * Hello! Dari semua post gue yang menceritakan dia,  sekarang gue buat ceritanya:)