Life goes on * Senin. Satu kata yang mewakili seluruhnya. Seluruhnya yang Dev benci. “Buruan ke bawah, sarapan lo udah siap tuh,” Beberapa waktu lalu, Senin merupakan hari yang menyenangkan bagi Dev. Hari dimana ia bisa kembali ke sekolah melihat Bian, bercanda dan menemui cowok itu. Sekarang tidak ada lagi hari Senin yang menyenangkan. Tidak ada kekonyolannya. Tidak ada lagi Bian. Namun, menurut Dev, patah hati bukan untuk diratapi. Baginya, ia tak perlu repot-repot mengisi satu hari pun untuk memikirkan apa yang telah Bian lakukan terhadapnya. Harapan kosong. Ia merasa masih banyak ikan di lautan sana daripada menghabiskan waktu memikirkan satu ikan yang bahkan tujuan hatinya pun tidak jelas. “Iya, Dhil iya,” tukasnya sebagai balasan untuk Fadhil, adik kandungnya. Sejak dulu, Dev tidak pernah merasakan jatuh cinta yang sesungguhnya. Hanya terbesit perasaan nyaman selama berada di sekitar para kaum Adam. Dev memang sosok yang mudah bergaul dengan banya...
"maybe our favorite quotations say more about us than about the story and people we're quoting" -john green