Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2014

Hitori Kakurenbo (Hide and Seek Alone)

First of all, gue mau bilang ini blog pertama gue. Kenapa? Di blog gue yang ini, gue lagi gak akan membahas tentang cowok manis itu. Untuk sementara. Please replay.. se-men-tara. Tertanda kalo blog gue selanjutnya bisa aja tentang cowok itu lagi. Anggap aja sekarang cuma lagi break. Atau di pause dulu. Jadi sesuai title blog ini, gue akan membahas tentang Hitori Kakurenbo . Mula-mula gue mau mendeklarasikan sebuah cerita fiksi berjudul “Petak Umpet Minako” yang membuat gue terinspirasi nulis blog ini. Here's the link http://www.wattpad.com/story/19321005-petak-umpet-minako Kalo kalian bertanya-tanya kok namanya kayak bahasa Jepang, yap! Hitori Kakurenbo itu permainan yang berasal dari Jepang. Kalo di Indonesia sih dikenalnya kayak sebuah permainan “petak umpet” dimana ada seorang yang jaga dan sisanya bersembuyi. Tapi, permainan dari Jepang ini bukan permainan petak umpet biasa. Karena kita bermain permainan ini dengan arwah . Bukan penjaga seperti man...

Because life has no limit.

Iya sih, kalo kalian liat gue bercanda sama cowok A, main sama cowok B, ngobrol sama cowok C, ketawa cekikikan sama cowok D, tatap-tatapan sama cowok E itu bener. Iya bener banget. Tapi kalo kalian berfikir dengan gue deket sama banyak cowok berarti gue cewek gak bener, cewek gatel/lenjeh, caper, atau malah kalian sampe berfikir gue kayak b*tch. Emang bener gue deket sama banyak cowok, tapi gak berarti gue kayak yang kalian fikirin. Gue sama sekali gak kayak apa yang gue sebutin tadi. Apa salahnya deket/berteman sama banyak cowok? Kalo berteman sama mereka gak ngebuat diri kita rugi, kenapa nggak? Kalo berteman sama mereka dipake buat nambah pengetahuan, so why? Kadang, remaja di Indonesia mikirnya itu gak mengarah ke positif. Maksud gue, kalo ada seseorang yang liat cewek main sama cowok yang jumlahnya lebih daripada para cewek, orang itu secara spontan berfikir 'ih j*bs banget' atau jamannya 'ih cabe-cabean' atau yaa semacamnya. Please deh, kalo mereka sahabatan nama...

J e a l o u s

Ehm, Hai? Honestly, I don't know how to explain this but let's try. Well, you actually ever heard this words 'you don't need a reasons to loving someone because if you do, you just in love with the reasons not the person.' Nah, that's why I don't know how to explain my feeling for him. Yes, Umar. No words can't describe it. No quotes fit about this thing. Not even everything try to guess it. I don't even understand why I keep holding on for this long. Just a simple I love him and I really mean it. It's fine huh if I always get a stupid feeling that happened everytime I saw him with someone else even I know they're just his friends. I mean, girls. It's okay. I know I shouldn't get jealous when I remember I'm not in status with him. But please. You guys ever felt like what I feel everytime you guys see your crush telling jokes or just a simple smile to any girl that isn't you, hm? I swear to God you totally understand wha...

Better than in relationship

Hey. Meet again J Maaf kalo gue ngilang for a while. Lagi gak dalam mood nge-Blog. Huh.. Waktu itu gue jadian sama Umar. Si beep di blog gue. Yah gue jadian sama dia juga gak bisa dibilang lama. Pada akhirnya tandas juga. Pas di minggu ke-3 dia minta putus. Awalnya gue gak mau. Tapi gue mikir sesuatu yang dipaksa hasilnya gak bakal bagus. Jadi dengan berat hati gue relain dia bebas. ’karena cinta tau kemana arah dia pulang.’ Pas dihari dia udahin hubungan gue sama dia, gue cuekin dia. Bukan. Bukan karena gue gak terima. Tapi gue butuh waktu buat berfikir jelas. Gue gak mau salah ambil tindakan yang ujungnya dia bakal benci sama gue. Gue juga gak mau liat dia ngerasa bersalah karena udah mutusin gue. Beberapa hari kedepan, gue mulai ngumpulin keberanian buat negor dia. Gue gak kuat kalo harus lama cuek-cuekan sama dia. Gue mau tuh hubungan gue sama dia fine aja meski status gue udah bukan pacarnya. Gak salah kan ‘berteman setelah putus hubungan’ sama sang manta...