Langsung ke konten utama

Mebandingkan jurnal berbahasa Indonesia dengan jurnal berbahasa Inggris

Hai!
Ketemu lagi nih sama aku, Iis.
Kali ini, aku mau share hal yang aku dapatkan dari membaca dua jurnal yang berbeda bahasa dan berbeda pembahasan.Langsung aja yuk kepoin!


Pertama, dalam jurnal berbahasa Indonesia yang berjudul "Penerapan Pendekatan Proses Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing" ini, aku mau bahas sedikit dari isi jurnal tersebut.
Pada jurnal tersebut membahas mengenai faktor yang dianggap sulit dalam memahami bahasa asing seperti: metode pembelajaran, struktur bahasa kedua, lingkungan, dan motivasi pembelajar. Menurut jurnal ini, keterampilan berbahasa dipengaruhi oleh kemampuan menyimak. Jurnal penelitian ini bertujuan (a) mengetahui pengaruh terhadap peningkatan keterampilan berbicara Bahasa Indonesia bagi penutur asing, (b) mengetahui penerapan pendekatan proses dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Indonesia bagi penutur asing, dan (c) mengetahui metode dan strategi belajar yang dilakukan penutur asing. Kemudian, penelitian ini melalui mahasiswa asing dari UNY, UMY dan UGM yang pengumpulan datanya melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi dengan teknik pretest dan posttest. Hasilnya penelitian ini menunjukkan bahwa melalui pendekatan proses, keterampilan berbicara bahasa Indonesia bagi penutur asing dapat meningkat. Selain itu, penerapan pendekatan proses dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Indonesia bagi penutur asing dilakukan dengan mengamati jenis kata yang sulit diucapkan, pendampingan secara intensif dalam pengucapan, pemodelan, dan praktik pengucapan secara langsung.

Selanjutnya, dalam jurnal berbahasa Inggris yang berjudul "The Impact of Reflective Practice on EFL Prospective Teachers’ Teaching Skill Improvement" ini membahas:
Hasil penelitian yang dilakukan untuk melihat sejauh mana pengajaran reflektif dapat
meningkatkan keterampilan mengajar bahasa Inggris guru EFL. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif dimana dua belas calon guru melakukan praktikum mengajar di lima SMP di kota Padang, Indonesia dan sebelas guru pada sekolah tersebut juga teribat. Data dikumpulkan melalui tes kinerja mengajar, observasi, wawancara, dan jurnal. Hasil analisis uji kinerja mengajar menunjukkan bahwa praktik refleksi meningkatkan keterampilan calon guru selama tiga siklus dan hasil dari observasi dan jurnal calon guru menunjukkan bahwa praktik reflektif mengurangi masalah mereka dan kesulitan yang mereka hadapi dalam mengajar. Penelitian ini juga menemukan bahwa peningkatan komponen pengajaran dipengaruhi oleh memperhatikan konsepsi mereka tentang komponen tertentu itu. Selain itu, mereka tidak ingin menggunakan Bahasa Inggris di kelas karena kemampuan Bahasa Inggris siswa mereka yang rendah.


Nah, itu dia hasil dari kedua jurnal berbeda bahasa yang aku baca. Semoga bermanfaat ya :)
Terimakasih.

Komentar